Sunday, May 3, 2015

AKUNTANSI INTERNASIONAL BAB 4-6

BAB 4 Akuntansi Komparatif: Amerika dan Asia
Amerika Serikat dan Jepang memiliki tingkat perkembangan ekonomi yang tinggi, kedua negara tersebut merupakan pendiri Komite Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards Committee) sekarang menjadi Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB – International Accounting Standards Boards), kedua lembaga pengatur standar tersebut memiliki komitmen untuk memusatkan prinsip akuntansi umum berlaku nasional (GAAP – national generally accepted accounting principles) dengan Standar Laporan Keuangan Internasional (IFRS).
            Perbaikan sistem free market (pasar bebas) yang terjadi pada tahun 1990-an banyak terdapat di Amerika Latin. Pada tahun 1994 North American Free Trade Agreement (NAFTA) (Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara) menciptakan minat baru yang besar pada Akuntansi Meksiko di Kanada, Amerika Serikat, dan negara lainnya. Akuntansi di Meksiko memiliki bentuk yang hampir serupa dengan akuntansi di negara Amerika Latin lainnya. Cina cenderung kearah ekonomi pasar sosialis yang merupakan rencana ekonomi dengan adaptasi pasar. Perbaikan yang dimulai pada tahun 1991 telah menghasilkan transformasi perekonomian yang baik di India. Meksiko dan India merupakan negara kapitalis akan tetapi dengan tekanan pemerintah pusat serta kepemilikan pemerintah terhadap industri penting. Pada dasarnya akuntansi di kedua negara tersebut berkembang dengan baik tetapi tidak secepat Cina.
            Secara keseluruhan, Cina dan India merupakan negara termiskin dibanding tiga negara lainnya, dan perekonomian mereka lebih mengarah pada pertanian. Amerika Serikat berada di ujung lain dari spektrum perekonomian. Amerika Serikat adalah rekan dagang terbesar Jepang, Meksiko, dan India. Jepang juga merupakan rekan dagang utama Cina dan Meksiko, sebagai tambahan selain Amerika Serikat. Sistem akuntansi Amerika Serikat pada awalnya mengambil dari Britania Utara. Landasan ekonomi Meksiko memiliki akuntansi berorientasi keadilan daripada terhadap undang-undang negara. India juga mengadopsi akuntansi dari Britania Raya. Cina mengikuti standar IFRS.
Amerika Serikat
Akuntansi di Amerika Serikat diatur oleh badan sektor khusus Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standards Boards – FASB). Hingga tahun 2002 Institute Sertifikasi Akuntansi Publik Amerika (American of Certified Public Accountants – AICPA) sebagai badan khusus lainya juga mengaudit standarisasi mereka.
            Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Sistem yang dianut Amerika Serikat tidak memiliki persyaratan legal untuk publikasi mengenai laporan audit periodik keuangan. Audit tahunan serta persyaratan laporan keuangan secara realistis hanya ada pada tingkat federal saja seperti yang di spesifikasikan oleh SEC. SEC memilik kewenangan penuh untuk menjalankan standar akuntansi dan laporan kepada perusahaan publik akan tetapi bergantung pada sektor swasta dalam penerapan standarisasi tersebut. Oleh karena SEC merupakan agensi regulator yang independen, kongres serta presiden tidak memiliki pengaruh secara langsung terhadap kebijakan yang mereka buat. SEC mengeluarkan accounting series, financial reporting, dan staff accounting bulletins.
            FASB dibentuk pada tahun 1973 dan pada Desember 2006 telah mengeluarkan Laporan Standar Akuntansi Keuangan 158 (158 Statement of Financial Accounting Standards – SFASs). Tujuan SFASs adalah untuk menyediakan informasi yang berguna untuk para investor. SFASs merupakan komponen utama GAAP. Tahun 1991 FSAB mengembangkan strategi rencana pertama untuk aktivitas internasional. Pada tahun 1994 FSAB menambahkan promosi mengenai perbandingan internasional dalam pernyataan misinya. Pada 2002 FASB dan IASB membentuk komitmen mereka untuk menyatukan tujuan dengan menandatangani yang disebut Norwalk Agreement (Persetujuan Norwalk). Komitmen untuk menyatukan tujuan tersebut ditegaskan kembali pada tahun 2005, dengan beberapa tujuan yang akan dicapai pada tahun 2008.
            PCAOB yaitu sebuah organisasi non-profit yang diawasi langsung oleh SEC. PCAOB memilik tanggung jawab sebagai berikut:
·         Menetapkan audit, pengendalian kualitas, etika, kemandirian, dan standarisasi lainnya yang berhubungan dengan persiapan untuk laporan audit perusahaan agar aman diketahui publik.
·         Mengawasi subjek audit perusahaan publik terhadap keamanan hukum.
·         Memeriksa akuntansi firma publik yang telah terdaftar.
·         Memeriksa akuntansi firma publik, serta memberikan kasus kepada SEC atau badan lain untuk menginvestigasikan secara langsung.
Laporan auditor terdiri atas dua laporan yaitu laporan keuangan dan pengendalian internal.
            Laporan Keuangan
Tipe laporan keuangan pada perusahaan besar di AS memilik beberapa komponen berikut:
1.      Laporan manajemen
2.      Laporan audit independen
3.      Laporan keuangan primer ( laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laba rugi komprehensif, perubahan ekuitas pemegang saham)
4.      Diskusi manajemen dan analisis hasil operasional dan kondisi keuangan
5.      Penjelasan mengenai kebijakan akuntansi dengan dampak yang paling kritis pada laporan keuangan
6.      Catatan atas laporan keuangan
7.      Perbandingan data keuangan selama lima atau sepuluh tahun
8.      Data triwulan terpilih
Meksiko
Meksiko memiliki free market ekonomi yang besar. Perjanjian yang paling penting bagi Meksiko adalah North American Free Trade Agreement (NAFTA), yang ditandatangani juga oleh Kanada dan Amerika Serikat pada tahun 1994. Gambaran lain dari akuntansi Meksiko adalah menggunakan akuntansi tingkat harga umum sebagai dasar perhitungan. Sekarang Meksiko merunut pada IASB sebagai panduan dalam menyelesaikan permasalahan akuntansi yang muncul, terutama dalam kasus di mana tidak tercantum dalam standarisasi Meksiko.
            Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Standarisasi akuntansi dikeluarkan oleh Council for Research and Development of Financial Information Standards (CINIF). CINIF adalah rekanan terencana pada sektor publik (swasta) setelah FASB dari AS dan IASB. Mereka bertujuan untuk menyatukan GAAP Meksiko dengan IFRS. Pengaturan standarisasi akuntansi di Meksiko menggunakan pendekatan sistem Inggris-Amerika atau Anglo-Saxon, daripada pendekatan Eropa kontinental. Prinsip akuntansi Meksiko tidak membedakan antara perusahaan besar dan kecil serta dapat di aplikasikan di semua bidang bisnis. Perusahaan yang telah terdaftar dalam Mexican Stock Exchange harus melaporkan pula laporan keuangan gabungan yang diaudit oleh akuntan publik dari Meksiko, baik pada Mexican Stock Exchange maupun National Banking and Securities Commision.
            Laporan Keuangan
Laporan keuangan gabungan yang harus disiapkan antara lain:
1.      Neraca
2.      Laporan laba rugi
3.      Laporan perubahan ekuitas pemilik saham
4.      Laporan perubahan posisi keuangan
5.      Catatan
Catatan adalah bagian yang melengkapi laporan atas perubahan posisi keuangan (yang dibantu oleh laporan auditor) yaitu diantara lain:
·         Kebijakan akuntansi pada perusahaan
·         Ketersediaan material
·         Komitmen untuk pembelian saham substansial atau dibawah hak kontrak
·         Penjelasan mendetail mengenai utang jangka panjang dan kurs mata uang asing
·         Batasan dividen
·         Jaminan
·         Rencana pensiun pegawai
·         Transaksi dengan perusahaan sejawat
·         Pajak
Jepang
Pada setengah awal abad ke-20, pemikiran akuntansi menggunakan merupakan refleksi adanya pengaruh Jerman; sisa abad selanjutnya adalah pemikiraan AS, kini efek dari IASB telah terasa. Keterhubungan daerah investasi industri konglomerat raksasa disebut kieretsu. Bentuk bisnis kieretsu telah ditransformasikan saat Jepang mengambil alih perbaikan struktural untuk menggerakan stagnasi ekonomi yang dimulai pada tahun 1990-an. Akuntansi “Big Bang” mulai ditunjukan pada akhir 1990-an untuk menciptakan perekonomian Jepang yang sehat sehingga perusahaan menjadi lebih transparan dan membawa Jepang ke arah standarisasi sosial.
            Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
Pemerintah nasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntansi Jepang. Regulasi akuntansi berdasarkan pada tiga badan hukum: undang-undang perusahaan (company law), undang-undang pertukaran dan sekuritas (securities and exchange law), dan undang-undang pajak penghasilan perusahaan (corporate income tax law). Undang-undang perusahaan diatur oleh Ministry of Justice (MOJ). Peraturan ini diundang-undangkan pada tahun 1890, tetapi di implementasikan hingga 1899.
            Kepemilikan perusahaan publik harus memenuhi persyaratan lanjutan dari Undang-undang Pertukaran dan Sekuritas (SEL). Terdapat lembaga penasihat khusus terhadap FSA bertanggung jawab untuk mengembangkan standarisasi pembukuan berdasarkan SEL. Lembaga tersebut adalah Business Accounting Deliberation Council (BADC) sekarang menjadi Business Accounting Council (BAC). Perubahan besar pada tahun 2001 dibentuknya Accounting Standards Boards of Japan (ASBJ) dan berhubungan dengan yayasan Financial Accounting Standards Foundation (FASF). ASBJ lebih kuat dan transparan bila dibandingkan dengan BAC, dan memilik subjek hanya pada segelincir politisi dan saham khusus. Auditor independen melibatkan pemeriksaan terhadap laporan dan catatan keuangan, dan harus dilakukan oleh akuntan publik bersertifikasi (certified public accountants – CPAs). Japanese Institute of Certified Public Accountants (JICPA) merupakan organisasi profesional dari CPAs di Jepang.
            Laporan Keuangan
Perusahaan mempersiapkan laporan yang berwenang untuk disetujui pada saat rapat para pemegang saham, yang isinya antara lain:
1.      Neraca
2.      Laporan laba rugi
3.      Laporan atas perubahan ekuitas pemegang saham
4.      Laporan bisnis
5.      Jadwal terkait
Catatan yang melengkapi neraca dan laporan laba rugi menggambarkan kebijakan akuntansi dan menyediakan tambahan lain, seperti pada negara lain. Beberapa jadwal pendukung juga dibutuhkan, tetapi terpisah dari catatan, yaitu:
·         Perubahan pada obligasi dan utang jangka pendek dan panjang
·         Perubahan pada aktiva tetap dan akumulasi penyusutan
·         Aset yang dijaminkan
·         Jaminan utang
·         Perubahan pencadangan
·         Jumlah dari dan untuk pemegang saham
·         Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan serta jumlah saham anak perusahaan
·         Penerimaan dari anak perusahaan
·         Transaksi dengan direktur, auditor berwenang, pemegang saham dan pihak ketiga yang menghasilkan konflik kepentingan
·         Pembayaran gaji kepada direktur dan auditor berwenang
Cina
Karakeristik dasar akuntansi Cina dimulai sejak pembentukan RRC pada tahun 1949. Cina menerapkan program ekonomi yang sangat terpusat, berdasarkan sistem ini tujuan akuntansi adalah memenuhi kebutuhan negara untuk program dan pengendalian ekonomi. Pelaporan keuangan terjadwal dan lengkap. Ekonomi Cina saat ini digambarkan sebagai ekonomi hibrid, di mana negara mengontrol komoditas dan industri strategis, sementara industri lainnya seperti perdagangan dan sektor swasta, ditumbuhkan dengan sistem yang berorientasi pada pasar.
            Regulasi dan Pelaksaan Akuntansi
Pada tahun 1992, Departemen Keuangan mengeluarkan Accounting Standards for Business Enterprise (ASBE). ASBE adalah peristiwa penting dalam pergerakan pasar ekonomi Cina. Salah satu motif ASBE adalah untuk menyeragamkan praktik akuntansi domestik. Revisi ASBE telah dikeluarkan pada tahun 2001. Pada tahun 2006 sebuah susunan baru ASBE telah dikeluarkan dengan pendekatan Big Bang mengenai konvergensi. Komisi Pengaturan Sekuritas Cina (The China Securities Regulatory Commision – CSRC) mengatur dua bursa saham Cina: Shanghai dibuka tahun 1990 dan Shenzen dibuka tahun 1991. Pengungkapan persyaratan untuk perusahaan tersebut dibentuk oleh dua lembaga pemerintahan, Departemen Keuangan, dan CSRC.
            Sampai tahun 1995, Cina memiliki dua organisasi akuntansi profesional. The Chinese Institute of Certified Public Accountants (CICPA) didirikan tahun 1988 dibawah yurisdiksi Departemen Keuangan, mengatur audit sektor perusahaan swasta. The Chinese Association of Certified Public Auditors (CACPA) bertanggung jawab atas audit perusahaan pemerintah dan dibawah otoritas agen yang terpisah, Badan Administrasi Audit Negara. Pada tahun 1995 CICPA dan CACPA bergabung, dengan nama CICPA yang mengatur persyaratan untuk menjadi CPA, memutuskan pengajuan CPA, mengembangkan standar pengauditan, dan bertanggung jawab atas kode etik profesional.
            Laporan Keuangan
Laporan keuangan terdiri atas:
1.      Neraca
2.      Laporan laba rugi
3.      Laporan arus kas
4.      Laporan perubahan ekuitas
5.      Catatan
India
Perekonomian Eropa mulai bersaing dengan India setelah Portugis tiba pada tahun 1948. Dari 1947 sampai akhir 1970-an, ekonomi India digolongkan dengan bergaya program sosialis pemerintah terpusat dan industri pengganti barang impor. Menghadapi krisis ekonomi, pemerintah mulai melaksanakan ekonomi terbuka pada tahun 1991. Perubahan yang dimulai 1991 telah memutus kendali birokrasi dan mendorong terciptanya pasar yang lebih kompetitif.
            Regulasi dan Pelaksaan Akuntansi
Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di India adalah lembaga hukum dan profesi akuntansi. Penetapan lembaga pertama diatur dalam undang-undang tahun 1857 dan hukum pertama berhubungan dengan pemeliharaan dan pemeriksaan catatan akuntansi yang telah dilaksanakan tahun 1866, bersamaan dengan kualifikasi resmi auditor pertama. Akta perusahaan 1956 diatur dan diperbarui oleh agen pemerintah Departemen Urusan Perusahaan. The Institute of Chartered Accountants of India yang didirikan pada tahun 1949 mengatur izin profesi akuntansi dan bertanggung jawab untuk mengembangkan standar akuntansi dan proses audit. Ada 22 saham di India, yang paling tua adalah Mumbai (Bombay) bursa saham didirikan pada tahun 1875 dan sekarang terdaftar lebih dari 6000 saham. Ketentuan agen yang mengawasi fungsi pasar modal adalah Securities and Exchange Boards of India (SEBI) agen departemen keuangan yang dibentuk tahun 1988 dan diberi kewenangan tahun 1992.
Laporan Keuangan
Laporan keuangan terdiri atas:
1.      Neraca dua tahun
2.      Laporan laba rugi
3.      Laporan arus kas
4.      Kebijakan akuntansi dan catatan
Rangkuman Perbedaan Praktik Akuntansi

Amerika Serikat
Meksiko
Jepang
Cina
India
Penggabungan usaha: pembelian atau pooling
Pembelian
Pembelian
Keduanya
Pembelian
Keduanya
Goodwil
Kapitalisasi dan uji penurunan nilai
Kapitalisasi dan uji penurunan nilai
Kapitalisasi, amortisasi, dan uji penurunan nilai
Kapitalisasi dan uji penurunan nilai
Kapitalisasi, amortisasi, dan uji penurunan nilai
Asosiasi
Metode ekuitas
Metode ekuitas
Metode ekuitas
Metode ekuitas
Metode ekuitas
Penilaian aset
Harga perolehan
Penyesuaian kisaran harga
Harga perolehan
Harga perolehan
Harga perolehan dan harga wajar
Biaya depresiasi
Berbasis ekonomi
Berbasis ekonomi
Berbasis pajak
Berbasis ekonomi
Berbasis ekonomi
Penilaian persediaan LIFO
Boleh
Tidak digunakan
Boleh
Dilarang
Dilarang
Kemungkinan rugi
Diakui (accrued)
Diakui (accrued)
Diakui (accrued)
Diakui (accrued)
Diakui (accrued)
Sewa pembiayaan
Dikapitalisasi
Dikapitalisasi
Dikapitalisasi
Dikapitalisasi
Dikapitalisasi
Pajak tangguhan
Diakui (accrued)
Diakui (accrued)
Diakui (accrued)
Diakui (accrued)
Diakui (accrued)
Cad. untuk memuluskan pendapatan
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Beberapa

BAB 5 Pelaporan dan pengungkapan
Kepentingan relatif pada pasar ekuitas dalam perekonomian nasional yang tumbuh dan investor individual menjadi lebih aktif dalam pasar ini. Walaupun praktik pengungkapan sangat beragam dari negara satu dengan yang lainnya, namun mereka satu.
PERKEMBANGAN PENGUNGKAPAN
Perbedaan pengungkapan nasional sebagian besar didorong oleh perbedaan di pengelolaan dan keuangan perusahaan. Di Amerika Serikat, Inggris Raya, dan negara Anglo-Amerika lainnya, ekuitas pasar paling berjasa dalam menyediakan keuangan bagi perusahaan dan menjadi sangat maju. Di negara lainnya seperti Perancis, Jerman, Jepang, dan berbagai negara dengan pasar yang baru muncul, pemegang saham tetap terkonsentrasi dan bank (dan/atau pemiliknya keluarga) secara tradisional telah menjadi sumber keuangan utama perusahaan.
Pengungkapan Sukarela
Keuntungan dari pengungkapan tersebut mungkin menyangkut biaya transaksi yang lebih rendah dalam perdagangan sekuritas perusahaan, bunga yang lebih tinggi dari analisis keuangan dan investor, meningkatkan likuiditas saham dan biaya modal yang lebih rendah. Regulasi dan sertikasi pihak ketiga (contoh: auditing) bisa meningkatkan kegunaan pasar. Walaupun semua mekanisme ini bisa mempengaruhi praktik dengan kuat, manajer biasanya meliputi bahwa keuntungan yang tidak terpenuhi dengan kebutuhan laporan. Dengan demikian, pemilihan pengungkapan manajer mencerminkan keseluruhan akibat keperluan pengungkapan dan insentif mereka untuk menguraikan informasi dengan sukarela.
Kebutuhan Pengaturan Pengungkapan
Untuk melindungi investor, sebagian bursa sekuritas menentukan laporan dan kebutuhan pada perusahaan domestik dan asing yang mencari akses untuk pasar mereka. Negara Anglo-Amerika seperti Kanada, Inggris Raya, dan Amerika Serikat memberikan investor proteksi ekstensif dan ketat. Sebaliknya, proteksi pemegang saham kurang memberi tekanan di bagian lain dunia. Sebagai contoh sementara, Cina melarang perdagangan orang dalam. Undang-undang perlindungan pemegang saham di Republik Ceko, Meksiko, dan negara dengan ekonomi pasar yang baru muncul juga bersifat elementer.
            Frost dan Lang membahas dua objek investor berorientasi pasar:
·         Proteksi Investor. Investor dijamin dengan informasi dan dilindungi dengan pelaksanaan dan pengawasan peraturan pasar.
·         Kualitas Pasar. Kualitas pasar ditandai dengan kepercayaan investor dan mereka memfasilitasi pembentukan modal.
Frost dan Lang juga mengulas empat prinsip pada investor yang berorientasi pasar yang harus dijalankan.
1.      Keefektifan biaya. Regulasi biaya pasar sebaiknya dibandingkan dengan keuntungan sekuritasnya
2.      Fleksibilitas dan kebebasam pasar. Regulasi tidak seharusnya menghalangi kompetisi dan evolusi pasar
3.      Laporan keuangan transparan dan pengungkapan seluruhnya
4.      Perlakuan setara perusahaan domestik dan asing
Pembahasan Laporan Keuangan SEC Amerika Serikat
Beberapa pengamat menyatakan bahwa syarat laporan keuangan SEC bagi perusahaan asing menghalangi mereka dari pembuatan sekuritas mereka yang ada di Amerika Serikat. Pendapat sebaliknya bahwa sistem akuntansi dan pengungkapan terkini melindungi investor dan memastikan kualitas pasar modal Amerika Serikat.
PRAKTIK PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN
Pengungkapan Informasi Progresif
Pengungkapan informasi progresif adalah pertimbangan tinggi yang relevan di dalam kesetaraan pasar dunia. Istilah informasi progresif meliputi (1) perkiraan pendapatan, laba (rugi), arus kas, pengeluaran modal, dan hal-hal keungan lainnya; (2) tujuan informasi mengenai kinerja dan posisi ekonomi di masa depan yang tidak menentu daripada perkiraan menyangkut proyek, periode fiskal, dan proyeksi rumah; (3) laporan program dan sasaran manajemen untuk usaha masa depan. Ketiga kategori informasi progresif ini menjadi lebih umum sebagaimana kita berangkat dari (1) perkiraan; (2) informasi potensial; (3) sasaran dan tujuan. Tujuan utama investor dan analis tersebut adalah menilai pendapatan dan arus kas di masa depan. Perkiraan bisa menjadi tidak bisa diandalkan karena menggabungkan subjek-subjek yang memperkirakan peristiwa di masa depan yang belum pasti. Di Amerika Serikat, perkara hukum yang potensial adalah alat utama untuk menyediakan perkiraan keuangan.
Pengungkapan Segmen
International Financial Reporting Standards (IFRS) mencakup laporan keuangan segmen yang lengkap, seperti halnya standar akuntansi di berbagai negara. Pengungkapan segmen lebih membantu pengguna laporan keuangan untuk memahami bagaimana bagian-bagian perusahaan menata semuanya.
Pelaporan Pertanggungjawaban Sosial
Laporan pertanggungjawaban sosial mengacu pada pengukuran dan komunikasi informasi tentang pengaruh perusahaan terhadap kemakmuran pegawai, komunitas sosial, dan lingkungan. Pengungkapan informasi yang berhubungan dengan sejumlah pegawai adalah perhatian utama pemerintah. Masalah lingkungan meliputi akibat dari proses produksi, produk, dan jasa udara, air, tanah, biodiversity, dan kesehatan manusia. Nilai pelaporan tertinggi adalah di negara dengan banyak perusahaan besar seperti Perancis, Jerman, Jepang, Inggris Raya, dan Amerika Serikat. Survei lain dari perusahaan besar global menemukan bahwa perusahaan-perusahaan Eropa (khususnya Perancis, Jerman, dan Inggris Raya) dan perusahaan Jepang adalah yang paling aktif dalam melaporkan soal ketahanan, di mana perusahaan Amerika Serikat menyusul. Petunjuk laporan ketahanan sosial telah dikeluarkan oleh Global Reporting Initiative (GRI) sebuah lembaga independen yang bergabung dengan Persatuan Program Lingkungan Nasional. Pola kerja GRI menyarankan adanya indikator pengungkapan kerja di area
·         Performa ekonomi, seperti upah, pajak, dan sumbangan komunitas
·         Performa lingkungan, seperti rumah kaca emisi gas dan penggunaan air
·         Performa sosial, secara spesifik
o   Praktik buruh, seperti kesehatan dan keamana pekerja, pelatihan, dan pemisahan
o   Hak Asasi Manusia, sperti kebijakan non-diskriminasi, pekerja dibawah umur dan hak-hak pribumi
o   Masyarakat, seperti pengaruh komunitas, sogokan dan kontribusi politik
o   Tanggung jawab produk, seperti kesehtan dan keamana pelanggan, periklanan, dan privasi konsumen
Pengungkapan Khusus bagi Pengguna Laporan Keuangan Non-domestik dan Prinsip Akuntansi yang Digunakan
Pengungkapan tersebut meliputi (1) “laporan ulang yang mudah” tentang informasi keuangan ke dalam mata uang asing; (2) pembahasan perbedaan antara prinsip akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan utama dan beberapa ketetapan prinsip akuntansi lainnya; (3) posisi dan laporan keuangan ulang terbatas di ketetapan akuntansi yang kedua; dan (4) sebuah laporan keuangan lengkap disiapkan yang berhubungan dengan ketetapan prinsip akuntansi kedua.
Pengungkapan Pengelolaan Perusahaan
Pengelola perusahaan adalah sistem dimana perusahaan diarahkan dan dikendalikan. Dallas memberikan sebuah rancangan kerja untuk memahami dan menilai pengelolaan perusahaan di sebuah negara. Empat komponen rancangan kerjanya adalah:
1.      Infrastruktur pasar mencakup pola kepemilikan (terarah versus bebas), keleluasaan di mana perusahaan terdaftar di masyarakat, hak kepemilikan, dan pasar untuk pengendalian perusahaan (pengambilalihan).
2.      Lingkungan hukum meliputi sistem hukum dan hak pemegang saham dengan jelas diterangkan dan dengan konsisten dan dikuatkan secara efektif.
3.      Lingkungan peraturan hampir mendekati lingkungan hukum
4.      Infrastruktur informasi bersinggungan dengan standar akuntansi yang digunakan dan apakah hasil laporan keuangan akurat, lengkap, dan tepat waktu.
Perbandingan Jerman dan Jepang versus AS dan Inggris
Jerman dan Jepang
Inggris dan Amerika Serikat
v  Budaya konsensus; hubungan kerja sama
v  Persaingan; hubungan dekat
v  Orientasi jaringan
v  Orientasi pasar
v  Orientasi bank; lebih bergantung pada utang; bursa saham dianggap kurang penting sebagai sumber keuangan
v  Orientasi bursa saham; lebih bergantung pada ekuitas; bursa saham lebih penting sebagai sumber keuangan
v  Di dominasi orang dalam; kepemilikan terpusat dan lebih mempengaruhi pengaturan pemegang saham
v  Di dominasi orang luar; kepemilikan dan kurang berpengaruh pada pengaturan pemegang saham
v  Penyandang dana terpusat
v  Pemegang saham terpusat
v  Sistem hukum undang-undang
v  Sistem hukum undang-undang biasa

Eropa sekarang ini telah mengubah Fourth dan seven directive supaya mewajibkan perusahaan dagang Eropa go-public untuk memberikan laporan pengelolaan perusahaan. Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) mengeluarkan Prinsip pengelolaan Perusahaan yang telah di revisi tahun 2004, memaparkan enam prinsip dasar pengelolaan perusahaan. Pengungkapan transparansi dikupas pada prinsip kelima.
Prinsip kelima OECD dalam Pengungkapan dan Transparansi Pengelolaan Perusahaan
Kerangka kerja pengelolaan perusahaan harus memastikan bahwa pengungkapan akurat dan tepat waktu dibuat untuk semua permasalahan menyangkut perusahaan, termasuk kondisi keuangan, performa, kepemilikan, dan pengelolaan perusahaan
A.    Pengungkapan harus mencakup, tetapi tidak terbatas pada materi informasi:
1.      Hasil keuangan dan usaha perusahaan.
2.      Sasaran perusahaan.
3.      Kepemilikan saham mayoritas dan hak voting.
4.      Kebijakan pembayaran gaji bagi anggota direksi dan eksekutif utama dan informasi mengenai anggota direksi, termasuk kelayakan mereka, proses pemilihan, kepemimpinan di perusahaan lainnya, dan apakah mereka dianggap independen oleh direksi.
5.      Transaksi dengan pihak terkait.
6.      Faktor resiko terduga.
7.      Isu-isu menyangkut pegawai dan pemegang saham lainnya.
8.      Struktur dan kebijakan pemerintah, khususnya isi dari hukum kebijakan perusahaan dan proses dimana hal ini ditetapkan.
B.     Informasi harus disiapkan dan diungkapkan sesuai dengan standar kualitas tinggi akuntansi keuangan dan pengungkapan non-finansial.
C.     Audit tahunan harus dilaksanakan oleh pihak independen, kompeten, dan auditor bermutu dalam rangka untuk memberikan sebuah sasaran eksternal dan asuransi untuk direksi dan pemegang saham dimana laporan keuangan memperlihatkan kedudukan dan performa keuangan dengan wajar dari perusahaan dalam semua aspek.
D.    Auditor dari pihak luar sebaiknya bisa bertanggung jawab kepada pemegang saham dan berkewajiban kepada perusahaan unuk bertindak sebagai profesional dalam melakukan audit.
E.     Saluran untuk menyebarkan informasi harus seimbang, tepat waktu, dan dapat di akses oleh pengguna dengan biaya efisien.
F.      Rencana kerja pengelolaan harus dilengkapi dengan sebuah pendekatan efektif yang mengarah dan mengangkat ketentuan analisis atau nasihat dari analis, broker, agen rating, dan lainnya yang sesuai dengan keputusan investor, bebas dari permasalahan bunga yang mungkin membahayakan integritas analisis atau nasihat mereka.
Pengungkapan dan Laporan Bisnis di Internet
Sebuah perkembangan penting yang akan memfasilitasi pelaporan bisnis melalui Web adalah eXtensible Business Reporting Language (XBRL). XBRL adalah sebuah sistem penamaan informasi atau data. XBRL akan berpengaruh besar dalam perniagaan pada abad 21 sebagai pembukuan pencatatan-ganda dalam Revolusi Industri.
PENGUNGKAPAN LAPORAN TAHUNAN DI NEGARA-NEGARA DENGAN PASAR BARU MUNCUL
Pengungkapan dalam laporan tahunan perusahaan dari negara dengan pasar yang baru muncul biasanya kurang luas dan kurang dapat dipercaya daripada semua perusahaan dari negara berkembang. Akan tetapi, investor menuntut informasi tentang perusahaan yang bisa dipercaya dan tepat waktu di negara berkembang dengan pasar yang baru muncul.
            Sebuah kajian terkini menyajikan bukti-bukti yang mendukung pandangan bahwa level dan kualitas pengungkapan lebih rendah di negara dengan pasar yang baru muncul daripada negara berkembang. Ketidakjelasan berlawanan dengan transparansi mungkin di asumsikan sebagai keluasan dimana jumlah pendapatan tidak jelas dalam praktik ekonomi nyata. Bukti empiris prakti pengungkapan di negara-negara dengan pasar yang baru muncul masih terbatas sampai sekarang
IMPLIKASI BAGI PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN DAN MANAJER
Manajer di negara dengan tradisi pengungkapan yang rendah harus memahami apakah pemakaian kebijakan yang mempertinggi pengungkapan bisa memberikan keuntungan yang signifikan untuk perusahaan mereka. sebagai tambahan, manajer memutuskan untuk mempertinggi pengungkapan di area investor dan analis yang dianggap penting, seperti segmen dan rekonsiliasi pengungkapan, bisa mendatangkan keuntungan yang kompetitif terhadap perusahaan dengan kebijakan pengungkapan yang terbatas.
BAB 6 Translasi Mata Uang Asing
Data berikut diambil dari bagian diskusi manajemen laporan tahunan Alcan, perusahaan multinasional yang berbasis di Kanada yang bergerak dalam bidang aluminium dan pengepakan.
Laba-Rugi Bersih
(US$ jutaan)

2005

2004

2003
Yang termasuk laba-rugi dalam operasional yang berkelanjutan adalah:



Translasi neraca mata uang asing
(86)
(153)
(326)
  Item lainnya:



  Biaya sinergi
(57)
(44)
(14)
  Biaya restrukturisasi
(162)
(41)
(26)
  Penurunan nilai aset
(314)
(66)
(4)
  Penurunan nilai goodwill
(122)
(154)
(28)
  Keuntungan dari penjualan aset non-rutin
36
54
39
  Penyesuaian pajak
(37)
13
72
  Biaya novelis
(21)
(31)
-
  Syarat dan ketentuan
-
(7)
(17)
  Laba (rugi) pembiayaan Pechiney
-
(2)
65
  Akuntansi dagang dan penjualan terkait
-
(122)
(32)
  Lain-lain
7
(4)
(12)
Total spesifikasi item lain
(670)
(404)
43
Pemasukan dari operasional berkelanjutan
155
243
262
Laba (rugi) dari operasional tidak berkelanjutan
(26)
15
(159)
Efek kumulatif terhadap perubahan akuntansi
-
-
(39)
Laba-rugi bersih
129
258
64

Hasil-hasil Usaha
Pada tahun 2005 perusahaan meraup untung dari harga yang lebih tinggi, peningkatan penjualan dan penambahan volume aluminium primer serta bisnis perakitan produk, sejalan dengan pendapatan yang berhubungan dengan akuisisi Pechiney. Walaupun pengaruh translasi neraca pada dasarnya adalah non-kas, tetapi dapat juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba bersih perusahaan.
            Hasilnya adalah peningkatan permintaan terhadap produk Alcan di Italia dan negara anggota Uni Eropa lainnya karena mengadopsi euro sebagai mata uang nasional mereka, oleh karena itu peningkatan volume penjualan dapat di antisipasi. Efek negatif atas melemahnya dolar AS terhadap biaya operasional yang juga mempengaruhi nilai mata uang dalam laporan Alcan. Efek tersebut berkaitan dengan proses dimana akun yang berhubungan dengan mata uang asing. Efek nilai tukar mata uang berhubungan dengan transaksi mata uang asing, yaitu penjualan, pembelian, peminjaman, atau transaksi penyewaan yang dilakukan dengan mata uang asing.
ALASAN TRANSLASI MATA UANG ASING
Proses pelaporan informasi keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya disebut translasi mata uang asing (translation). Terdapat tiga alasan dalam translasi mata uang asing: mencatat transaksi mata uang asing, memperhitungkan efek perusahaan terhadap translasi mata uang, dan berkomunikasi dengan peminat saham asing.
LATAR BELAKANG DAN TERMINOLOGI
Neraca mata uang asing di translasikan terhadap padanannya mata uang domestik oleh nilai tukar mata uang asing: harga satu buah unit mata uang diartikan dalam mata uang lainnya. Transaksi mata uang asing bisa terjadi langsung di pasar spot, pasar forward, atau pasar swap.  Kurs di pasar spot dipengaruhi berbagai faktor, termasuk juga perbedaan tingkat inflasi antar negara, perbedaan pada saham nasional, dan ekspektasi mengenai arah tingkat mata uang selanjutnya. Kurs pada pasar spot bersifat langsung atau tidak langsung. Transaksi pada pasar forward adalah persetujuan untuk mentranslasikan sejumlah mata uang asing yang telah ditetapkan untuk masa yang akan datang. Translasi pada pasar forward mendapat potongan atau premi dari pasar spot atau sebagai sebagai tingkat palsu pasar forward. Pasar forward dan pasar spot sering kali memasukan translasi bid and ask (penawaran dan permintaan. Translasi bid adalah apa yang dibayar oleh perantara mata uang asing kepada anda untuk mata uang asing; translasi askadalah tingkat dimana perantara akan menjual mata uang asing kepada anda. Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward yang simultan atau penjualan spot dan pembelian forward mata uang. Transaksi swap akan bekerja dengan baik saat perbedaan tingkat saham di AS.
MASALAH
Fluktuasi nilai transaksi sangat jelas terlihat terutama di Eropa Timur, Amerika Latin, dan beberapa bagian Asia. Fluktuasi mata uang meningkatkan nilai tukar mata uang asing yang dapat digunakan pada proses translasi mata uang asing serta menciptakan keuntungan dan kerugian atas translasi mata uang asing.
EFEK LAPORAN KEUANGAN TERHADAP KURS ALTERNATIF TRANSLASI MATA UANG ASING
Tiga kurs translasi dibawah ini dapat digunakan untuk mentranslasikan neraca mata uang asing terhadap mata uang domestik. Pertama, kurs saat ini adalah kurs yang berlaku pada tanggal laporan keuangan. Kedua, adalah kurs historis yang merupakan translasi mata uang yang berlaku saat aset dengan mata uang asing pertama kali didapatkan atau saat kewajiban dengan mata uang asing pertama kali muncul. Yang terakhir, kurs rata-rata yaitu dengan nilai rata-rata biasa atau dengan pembobotan baik pada kurs historis atau saat itu. Penggunaan kurs historis menjaga laporan keuangan dari keuntungan atau kerugian translasi mata uang asing, yaitu dari kenaikan atau penurunan padanannya dolar pada neraca mata uang asing berkaitan dengan fluktuasi dalam nilai tukar mata uang asing di antara periode pelaporan. Translasi mata uang asing dibutuhkan untuk mencapai catatan pembukuan keuangan dalam laporan perusahaan.
            Terdapat dua tipe penyesuaian transaksi, pertama gains and losses settled transactions (keuntungan dan kerugian pada transaksi stabil) muncul walaupun nilai tukar pada pembukuan transaksi awal berbeda dengan tingat pada pencapaian. Tipe penyesuaian yang kedua adalah gains or losses unsettled transactions (keuntungan atau kerugian pada transaksi tidak stabil) muncul saat laporan keuangan dipersiapkan sebelum transaksi disetujui. Transaksi yang direncanakan (atau stabil) menghasilkan keuntungan dan kerugian yang nyata.
Transaksi Mata Uang Asing
Mata uang fungsional sutu perusahaan adalah mata uang yang digunakan untuk menjalankan bisnis, menghasilkan, dan menghabiskan kas.
Faktor Ekonomi
Mata Uang Lokal sebagai Mata Uang Fungsional
Mata Uang Induk Perusahaan sebagai Mata Uang Fungsional
Arus kas
Menggunakan mata uang lokal dan tidak berpengaruh  terhadap arus kas
Berpengaruh secara langsung terhadap arus kas dan dikembalikan ke induk perusahaan
Harga jual
Sangat tidak peduli dengan tingkat perubahan nilai tukar dan diatur oleh kompetisi lokal
Responsif terhadap perubahan nilai tukar dan dilakukan oleh kompetisi internasional
Harga pasar
Kebanyakan pada negara adidaya dan menggunakan mata uang lokal
Kebanyakan pada negara induk dan menggunakan mata uang negara induk
Anggaran biaya
Sering terjadi pada daerah lokal
Sangat berkaitan dengan faktor produktif yang diberikan dari induk perusahaan
Keuangan
Menggunakan mata uang lokal dan dilayani oleh operasional lokal
Diberikan oleh induk perusahaan atau bergantung pada induk perusahaan agar memenuhi kewajiban jangka panjang
Internal perusahaan
Jarang, tidak ekstensif
Sering kali dan transaksi yang ekstensif
FAS No. 52, keputusan pihak yang berwewenang AS pada akuntansi untuk mata uang asing,  mengamanatkan persyaratan untuk transaksi mata uang asing:
1.      Pada tanggal transaksi diakui, setiap aset, kewajiban, pendapatan, beban, keuntungan atau kerugian yang muncul harus dihitung dan dicatat dalam masa mata uang fungsional dalam catatan secara keseluruhan dengan pengaruh nilai tukar pada saat itu.
2.      Pada tiap tanggal neraca tercatat yang menggunakan mata uang selain mata uang fungsional pada pencatatan harus disesuaikan untuk menggambarkan nilai tukar saat itu.
Terdapat dua cara untuk melakukan pembukuan bagi keuntungan dan kerugian transaksi
Perspektif Transaksi Tunggal
Pada transaksi tunggal, penyesuaian nilai tukar dimasukan sebagai penyesuaian terhadap pembukuan transaksi dan perjanjiannya merupakan kejadian tunggal.
Perspekif Transaksi Ganda
Pada perspektif ganda, penerimaan piutang krona mempertimbangkan kejadian yang terpisah dari penjualan yang memberikan tambahan pendapatan.
            Untuk tujuan keseragaman, FAS No. 52 membutuhkan metode pembukuan transaksi ganda untuk transaksi mata uang asing. Pengecualian yang utama dalam hal ini adalah (1) penyesuaian nilai tukar berhubungan dengan transaksi jangka panjang antar-perusahaan, dan (2) transaksi ditujukan dan efektif untuk menjaga keuntungan investasi dan komitmen mata uang asing.
TRANSLASI MATA UANG ASING
Metode translasi mata uang asing dapat di klasifikasikan ke dalam dua tipe: mereka yang menggunakan nilai tukar mata uang asing tunggal untuk mengembalikan neraca asing ke dalam padanannya mata uang uang domestik mereka dan menggunakan nilai tukar mata uang asing ganda.
Metode Nilai Tukar Tunggal
Metode nilai tukar tunggal diketahui sebagai metode kurs saat ini telah lama populer di Eropa. Metode ini mengaplikasikan nilai tukar tunggal, harga penutupan atau harga saat itu terhadap semua saham dan utang asing. Pada metode tunggal, laporan keuangan asing memiliki laporan domisili tersendiri.
Metode Nilai Tukar Ganda
Metode nilai tukar ganda mengkombinasikan kurs saat ini dan kurs historis dalam proses translasi mata uang asingnya.
            Metode Current-Noncurrent
Pada metode current-noncurrent, aset lancar yang dimiliki anak perusahaan saat itu dan utang lancar ditranslasikan ke dalam mata uang induk perusahaan mereka pad laporan keuangan dengan kurs saat ini.
            Metode Moneter-Nonmoneter
Metode moneter-nonmoneter juga menggunakan skema klasifikasi neraca untuk menentukan nilai tukar mata uang asing yang sesuai.
            Metode Kurs Sementara
Dengan metode kurs sementara, translasi mata uang asing tidak mengubah sebuah item yang dihitung; hal tersebut hanya mengubah unit perhitungan saja.
Efek Laporan Keuangan
Pada metode kurs saat ini, perubahan nilai tukar mempengaruhi padanannya dolar pada total foreign currency assets (TA) dan liabilitas (TL) anak perusahaan pada periode saat itu. Kegiatan operasional yang memberikan keuntungan sebelum translasi mata uag asing mungkin akan mengalami kerugian atau keuntungan yang menurun setelah translasi mata uang asing.
Mana yang Lebih Baik?
Apakah suatu metode translasi mata uang asing cukup untuk seluruh translasi mata uang asing yang muncul dan untuk semua tujuan translasi mata uang asing. Jawabannya adalah tidak. Translasi mata uang asing dibuat untuk tujuan berbeda. Terdapat tiga pendekatan translasi mata uang asing yang masuk akal menurut sudiut pandang pembaca: (1) metode kurs historis, (2) metode kurs saat ini, dan (3) tidak ada translasi mata uang asing sama sekali.
Kurs Saat Ini yang Sesuai
Nilai tukar rata-rata sering kali digunakan dalam laporan laba-rugi untuk kemudahan penggunaan. Terkadang sebuah negara mengaplikasikan nilai tukar berbeda terhadap transaksi yang berbeda. Beberapa kemungkinan yang disarankan antara lain: (1) nilai tukar pembagian dividen, (2) nilai tukar pasar bebas, dan (3) nilai tukar penalty atau preference teraplikasi.
Keuntungan dan Kerugian Translasi Mata Uang Asing
Empat penyesuaian translasi mata uang asing dari beberapa metode translasi mata uang asing terhadap laporan keuangan mata uang asing.
            Penangguhan
Penyesuaian translasi mata uang asing diakumulasikan secara terpisah sebagai bagian dari penggabungan modal.
            Penangguhan dan Amortisasi
Beberapa perusahaan menangguhkan keuntungan dan kerugian serta mengamortisasikan penyesuaian melebihi umur manfaatnya pada masa item neraca terkait.
            Penangguhan Sebagian
Pilihan ketiga dalam akuntansi untuk keuntungan dan kerugian hasil translasi mata uang asing adalah dengan mengakui kerugian segera saat terjadinya, akan tetapi mengakui keuntungan hanya jika terealisasi saja. Hal tersebut merupakan praktik yang umum di Amerika Serikat.
            Tidak Ada Penangguhan
Pilihan terakhir yang dilakukan oleh banyak perusahaan di dunia adalah untuk mengenali secara cepat mengenai keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dalanm laporan laba-rugi. Pilihan ini memandang segala tipe penangguhan adalah palsu dan salah.
Dimanakah Kita?
Jika perspektif mata uang lokal dipertahankan (perspektif perusahaan lokal), menampilkan penyesuaian translasi mata uang asing di pendapatan lancar tidak dibenarkan. Jika laporan keuangan induk perusahaan menggunakan unit perhitungan untuk laporan keuangan yang ditranslasikan (perspektif keuangan induk perusahaan), lebih disarankan untuk mengakui keuntungan atau kerugian secara cepat dalam pendapatan.
PENGEMBANGAN AKUNTANSI TRANSLASI MATA UANG ASING
Beberapa perspektif historis tentang akuntansi translasi mata uang asing di negara tersebut.
Pra-1965
Sebelum tahun 1965 praktik translasi mata uang asing pada banyak perusahaan AS dipandu oleh Bab 12 dari Accounting Research Bulletin No. 43.
1965-1975
Translasi mata uang asing seluruh pembayaran dan penerimaan mata uang asing pada kurs saat ini tersebut diperbolehkan setelah Accounting Principles Board Opinion No. 6 di keluarkan pada tahun 1965.
1975-1981
FASB mengeluarkan FAS No. 8 pada tahun 1975. Pernyataan ini secara signifikan mengubah praktik perusahaan asing AS dalam memasukan GAAP AS dengan menerima metode translasi mata uang asing kurs sementara.
1981-Sekarang
FASB mempertimbangkan FAS No. 8 dan mengeluarkan Statement of Financial Accounting Standards No. 52 pada tahun 1981.
GAMBARAN STANDAR NO. 52/STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL 21
Standar No. 52 mengakui bahwa kedua perspektif baik induk perusahaan dan perusahaan lokal benar sebagai kerangka kerja laporan. IASB mengeluarkan keputusan paralel, IAS 21 yang sekarang berkembang untuk mengklarifikasi persyaratan dan memecahkan masalah implementasinya. FAS No. 52 dan versi baru IAS 21 bertujuan untuk:
1.      Menampilkan dalam laporan keuangan, hasil keuangan dan keterhubungan dihitung dengan mata uang primer yang dikonsolidasikan antara laporan induk dan anak perusahaan bisnis (dengan mata uang fungsional).
2.      Menyediakan informasi yang secara umum kompatibel dengan efek ekonomi yang diharapkan pada perubahan nilai tukar pada ekuitas dan arus kas perusahaan.
Translasi saat Mata Uang Lokal adalah Mata Uang Fungsional
Jika mata uang fungsional adalah mata uangasing yang tercatat dan dimasukan, maka laporan keuangannya ditranslasikan ke dalam dolar menggunakan metode kurs saat ini. Prosedur kurs saat ini yang digunakan adalah:
1.      Seluruh aset dan kewajiban asing ditranslasikan terhadap dolar menggunakan nilai tukar yang berlaku pada tanggal neraca; akun modal ditranslasikan pada kurs historis.
2.      Pendapatan dan beban ditranslasikan menggunakan nilai tukar yang berlaku pada waktu transaksi, walaupun nilai tukar rata-rata tambahan dapat digunakan untuk kelayakan.
3.      Keuntungan dan kerugian dilaporkan dalam komponen ekuitas gabungan pemegang saham yang terpisah. Penyesuaian nilai tukar tersebut tidak dimasukan ke dalam laporan laba-rugi hingga operasional luar negeri setelah terjual atau investasi telah diputuskan tidak bernilai.
Translasi saat Mata Uang Induk Perusahaan adalah Mata Uang Fungsional
Saat mata uang induk perusahaan adalah mata uang fungsional asing gabungan, laporan keuangan mata uang asing tersebut akan dihitung terhadap dolar menggunakan metode kurs sementara. Spesifiknya:
1.      Aset dan kewajiban moneter serta nonmoneter bernilai pada harga pasar saat itu ditranslasikan menggunakan nilai tukar yang berlaku pada saat laporan keuangan; item nonmoneter lainnya dan modal ditranslasikan pada kurs historis.
2.      Pendapatan dan beban ditranslasikan menggunakan nilai tukar rata-rata untuk periode kecuali item yang berhubungan dengan item nonmoneter (biaya penjualan dan beban depresiasi) yang ditranslasikan menggunakan kurs historis
3.      Keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing direfleksikan dalam pendapatan lancar.
Translasi saat Mata Uang Asing adalah Mata Uang fungsional
Usaha gabungan asing mungkin akan tetap mencatat pembukuannya dalam satu mata uang asing saat mata uang fungsionalnya adalah mata uang asing lain. Saat mata uang fungsional untuk usaha asing telah ditentukan, mata uang yang dipilih tersebut harus digunakan secara konsisten kecuali perubahan kondisi ekonomi mengindikasikan bahwa mata uang fungsional telah berubah.
PERMASALAHAN PERHITUNGAN
Perspektif Laporan
FAS No. 52 dan IAS 21 mengakomodasikan perspektif laporan baik dari induk perusahaan maupun lokal dalam laporan keuangan gabungan. Anak perusahaan yang mata uang fungsionalnya adalah mata uang lokal beroperasi relatif independen dari induk perusahaan.
Apa yang Terjadi dengan Harga Perolehan?
Harga perolehan merupakan dasar GAAP AS dan banyak modal perusahaan multinasional akan memiliki perhitungan harga perolehan.
Konsep Pendapatan
Penyesuaian muncul dari laporan keuangan mata uang asing dan transaksi tertentu yang dibuat berhubungan langsung dengan ekuitas pemegang saham, dengan tidak menghitung laporan laba-rugi. Gunanya adalah untuk memberikan pengguna laporan jumlah pendapatan yang lebih akurat dan tidak membingungkan.
Laba Terkelola
SSAP 20 memperlihatkan bahwa perusahaan memilih untuk tidak menggunakan standar translasi mata uang asing untuk mempengaruhi performa keuangan mereka dan mencapai tujuan keuangan perusahaan.
TRANSLASI MATA UANG ASING DAN INFLASI
FAS No. 52 membutuhkan penggunaan dolar AS sebagai mata uang fungsional untuk operasional asing tang berdomisili di negara dengan tingkat inflasi yang sangat tinggi. Metode ini memiliki batasan tersendiri. Pertama, translasi mata uang asing pada kurs historis akan bernilai hanya jika tingkat inflasi antara negara tempat anak perusahaan dan negara induk perusahaan berkolerasi negatif dengan nilai tukar. Jika tingkat inflasi dalam ekonomi yang inflasinya sangat tinggi menurun dibawah 100% dalam tiga tahun mendatang, beralih terhadap metode kurs saat ini akan menghasilkan penyesuaian translasi mata uang asing yang signifikan untuk usaha gabungan, karena nilai tukar akan berubah secara signifikan untuk sementara.
TRANSLASI MATA UANG ASING DIMANA SAJA
Pada IAS 21 laporan keuangan anak perusahaan yang berada di negara dengan inflasi tinggi harus disesuaikan untuk merefleksikan perubahan dalam harga secara umum sebelum translasi mata uang asing, standar yang dilakukan Inggris. Petunjuk Uni Eropa Keempat dan Ketujuh tidak memiliki ketentuan mengenai translasi mata uang asing. Standar mata uang asing mulai terpusat secara global dalam FAS No. 52 dan IAS 21.